Rabu, 24 November 2010

UKM KERIPIK SINGKONG DARA KEMBAR

Singkong ( Manihot Esculenta ) merupakan salah satu komoditas pertanian yang terpenting setelah beras. Lahan yang luas serta iklim Indonesia sangat mendukung tanaman singkong. Umumnya singkong tidak membutuhkan suatu perlakuan khusus dalam pertumbuhunnya, hanya ketersediaan Hara yang diperlukan. Hal ini tentunya sangat menguntungkn bagi sebagian besar petani singkong karena dapat mengembangkan usahanya tanpa dengan mengeluarkan biaya yang besar.
Indonesia merupakan Negara penghasil singkong terbesar kedua setelah Brazil. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menjadikan singkong sebagai produk Subtitusi beras. Namun pada saat ini singkong kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena dianggap sebagai komoditi yang kurang kompotitif dibandingkan dengan komoditi pertanian lainnya. Namun jika diteliti lebih dalam, komoditi sinkong memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan karena memiliki manfaat yang cukup banyak.
Pada umumnya sifat umbi singkong akan mengalami kerusakan yang ditandai dengan timbulnya warna kebiruan dan kecoklatan. Hal ini terjadi apabila singkong dibiarkan selama lebih dari 24 jam setelah panen. Oleh karena itu perlu penangan lebih lanjut agar komoditi tersebut tidak banyak terbuang . Salah satu cara yang perlu dilakukan Perusahaan Keripik Singkong “DARA KEMBAR“ adalah dengan memanfaatkan singkong sebagai komoditi olahan yang kemudian diolah sebagai makanan ringan / Snack berupa keripik singkong yang dinilai memiliki ketahanan lebih lama.
Di Indonesia ada 160 Jenis singkong. Namun hanya 5 jenis singkong saja yang dianggap paling bagus oleh DARA KEMBAR untuk dijadikan sebagai bahan baku, dan itu bersal dari daerah Suka Bumi dan Magelang, diantaranya adalah jenis singkong Gading, Pereleks, manggu, Cebol dan Setrip. Selain dari pada itu jika dipergunakan maka hasilnya kurang memuaskan bahkan tidak enak dilidah.


PROFIL DARA KEMBAR
Dara Kembar merupakan salah satu Perusahaan yang Bergerak dalam Bidang Industri kecil Makanan Ringan Jenis Keripik Singkong, yang Bermerek ” ANEKA RASA ” CAP. DARA KEMBAR, Yang sudah didirikan sejak Tahun 2004, oleh Bpk. SYAFUJI.Y, yang lahir pada tempat dan tanggal : Magelang, Juni 1975, yang pada saat ini bertindak sebagai pimpinan perusahaan.
Pada saat ini Perusahaan ” ANEKA RASA” CAP. DARA KEMBAR, 100 % berorientasi memproduksi hanya untuk pasaran dalam negeri.
Adapun jenis Produk yang kami olah berasal dari umbi – umbian jenis Singkong yang sangat bermutu, antara lain :
- Singkong Prelek
- Singkong Gading
- Singkong Manggu
- Singkong Cebol
- Singkong Setrip
Yang kami dapatkan dari daerah Pegunungan, antara lain ; Sukabumi, dan JATENG. Dengan masa tanam 11 – 12 Bln. Yang menghasilkan berbagai macam Produk, Antara Lain :
- KERIPIK SINGKONG : GURIH / ASIN ( Original ) 125 Gr, 150 Gr , 200 Gr
- KERIPIK SINGKONG : BAG Gurih Asin ( 125 Gr. )
- KERIPIK SINGKONG : PEDAS MANIS ( Keju, Jagung Bakar, Dll )
- KERIPIK SINGKONG ALUMINIUM : Keripik Singkong Organik 100 Gr.
- KERIPIK SLONDOK & amp; PUYUR SINGKONG
Dan pada saat ini perusahaan kami menyerap Tenaga Kerja secara keseluruhan berjumlah 10 Orang, dimana karyawan tersebut direkrut dari daerah setempat, dan sesuai dengan aturan dan ketentuan dari pemerintah daerah.
CARA MEMPRODUKSI KERIPIK SINGKONG ALA “DARA KEMBAR” :
ALUR PRODUKSI :
1.   SINGKONG : Di Indonesia ada 160 jenis singkong Dan hanya 5 jenis singkong pilihan untuk produksi keripik Aneka Rasa. Dan berasal dari Suka Bumi dan Magelang.
2. QUALITY CONTROL : Singkong didistribusikan ke Aneka Rasa kemudian disortasi.Dimana dari Singkong tersebut pasti ada salah satu atau beberapa yang mengalami Kerusakan, pahit, dll yang tidak masuk standar bahan baku dari Perusanaan ANEKA RASA
3. PENGGUDANGAN : Setelah diadakan sortase, singkong kemudian digudangkan di tempat yang teduh,tertata rapi dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Karena bisa mengakibatkatkan singkong tersebut menjadi layu
4. PENGUPASAN : Pengupasan kulit singkong dilakukan dengan menggunakan pisau tajam agar hasil potongan sesuai dengan tehnik memotong yang telah diterapkan untuk menghasilkan potongan singkong yang baik. Maka pisau yang akan dipergunakan harus diasah terlebih dahulu agar tekstur singkong yang akan diproduksi tidak lecet, tentunya tidak banyak terbuang.
5. PENCUCIAN : Pencucian singkong dilakukan dengan memegang singkong tersebut dengan menggunakan air yang mengalir. Sehingga singkong benar-benar bersih dari kotoran tanah dan tentunya Higienis. Sesuai dengan standar dari Dinas Kesehatan dan POM.
6. PENIRISAN : Hasil cucian singkong tersebut dimasukkan kedalam tempat atau wadah yang berlubang. Supaya air dari sisa pencucian singkong bisa mengalir keluar dengan lancar dan akan menghasilkan singkong yang bersih dan kering.
7. PEMOTONGAN : Singkong hasil cucian yang telah benar-2 tiris/ kering kemudian dirajang satu persatu untuk dijadikan keripik dengan potongan selera kita. Tapi yang biasa di gunakan adalah potongan bulat atau menurut bulatnya singkong tersebut
8. PENIRISAN : Hasil dari pemotongan singkong tersebut ditata sedemikian rupa sehingga tidak banyak yang lengket /kemel. Sehingga dalam proses penggorengan tidak banyak yang lengket pula.
9. PENGGORENGAN : Penggorengan Singkong dilakukan dalam kwali besar selama kurang lebih3 menit dengan menggunakan minyak goreng berkwalitas yang berasal Kopra.
10. PEMBUBUAN : Dalam keadaan minyak panas dan keripik siap angkat, diberikam bumbu sesuai dngan yang kita inginkan
11. PENIRISAN : Keripik singkong yang sudah benar-benar matang didangkat kemudian ditiriskan minyaknya diatas drum penirisan. Ini dilakukan agar keripik tidak banyak mengandung minyak/basah.
12. PENDINGINAN 1 : Keripik singkong yang sudah tiris dari minyak ditampung kedalam drum stanleees supaya uap panasnya hilang/dingin.
13. PENDINGAN 2 : Keripik singkong yang sudah didinginkan 1 dituang ke meja sortir supaya benar-benar dingin dan siap dikemas.
14. SORTASE : Keripik singkong yang sudah didinginkan 1 yang dituang ke meja sortir untuk dipah pisahkan dari keripik yang belum matang dan menempel (kemel)akan digoreng kembali.
15. LABELLING : Sebelum keripik singkong dikemas, dipersiapkan terlebih dahulu plastik pembungkus yang sudah diberi label explayer. Sehingga konsumen bisa mendapat informasi tentang kadaluarsanya.
16. PEGEPACKAN : Plastik yang telah belebel explayer siap dipergunakan untuk membungkus keripik yang sudah disortir. Menjadi bungkusan 150 Gr. Dan 200 Gr.
17. PENGGUDANGAN : Tahap akhir sebelum peoduk dipasarkan disimpan dalam gudang, dan disusun rapi di atas papan / palet kayu yang berjajar agar tidak terjadi kontak langsung dengan lantai yang dapat mengakibatkan kerusakan pada produkkarena suhu lantai lembab.
18.  DISTRIBUSI : Keripik singkong yang telah digudangkan siap didistribusikan ke market-market dengan menggunakan armada motor dan Mobil.

Faktor- factor yang mempengaruhi keberhasilan UKM dari Lingkungan luar Perusahaan :
a)      Bahan Baku
Karena mungkin keripik yang lain menggunakan bahan-2 baku yang murah, arti murah adalah dengan mutu yang kurang juga. Karena merek lain tidak mengutamakan mutu. bisa dilahat dari conto minyak goreng yang dipakai oleh keripik singkong yang murah adalah selisihnya hampir Rp. 100.000 Pergirigen isi 17 kg. Dan singkongnyapun berbeda.
b)      Jam Kerja :    

Jam kerja karyawan dalam memproduksi sebuah produk sangat menentukkan dalam menggambarkan suatu perusahaan dalam keadaan profit atau tidak, dengan tingginya jam kerja karyawan maka kita dapat mengetahui produktivitas suatu perusahaan.




c)      Harga  :

Pada setiap produk atau jasa yang ditawarkan, bagian pemasaran berhak menentukan harga pokoknya. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan harga tersebut antara lain biaya, keuntungan, praktik saingan dan perubahan keinginan pasar. Kebijaksanaan harga ini menyangkut pula penetapan jumlah potongan, mark-up, mark-down, dan sebagainya.
Harga merupakan suatu nilai yang ditawarkan oleh produsen untuk konsumen akhir untuk dapat memiliki nilai ekonomis suatu produk barang tersebut. Harga yang ditawarkan produsen kripik Dara Kembar sangat pariatif dan relative murah dibandingkan makanan ringan lain atau produk yang sama lainnya karna Dara kembar menggunakan bahan baku yang bermacam-macam dari berbagai daerah Indonesia seperti dari daerah pegunungan Sukabumi, dan JATENG.

d)      Bahan bakar miyak tanah yang sulit didapat.
Dampak yang paling berat di rasakan adalah dengan tidak diadakannya Minyak tanah yang beredar di masyarakat. Ini mengakibatkan Produksi Keripik Singkong tersendat bahkan tidak biasa memproduksinya lagi. Karena untuk proses produksi ini digunakan sepenuhnya untuk mensuport apr dari kompor yang paling besar. Karena selama ini belum bisa diKonversi ke bahan bakar yang lain.Telah dilakukan uji coba dengan BBG, ternyata tidak bisa mensuport api yang besar, lama matengnya, jika matang ternyata tidak rata, artinya sentengah matang. Boros BBG yang menakibatkan borosnya Cost produksi pula. ! buah tabung BBG 23Kg diperlukan untuk menggoreng keripik singkong hanya bertahan 1-1.5 jam. itupun tidak matang. Karena BBg hanya panas biasa, Dan ini mengakibatkan penurunnya jumlah produksi. Dan tentunya Produksi perharinya menurun. lain dengan minyak tanah yang panasnya benar-benar panas/kontinou.


e)      Kenaikan BBM
Kenaikan BBM sangat berpengaruh dengan aktivitas sehari-2 ini juga berlaku dengan Para UKM. Khususnya UKM keripik singkong, karena kaikan BBM menjadika kenaikan pula dengan semua baha-2 yang digunakan untuk berproduksi. Tentunya Mengakibatkan kenaikan barang jadi keripik singkong hampir 30 %. Dan akibatnya, daya beli masyarakatpun sangat berkurang khususnya market-2 warung atau toko-2 biasa/kecil.
f)       Daya beli masyarakat
Dampak yang dirasakan UKM keripik singkong adalah menurunnya daya beli masyarakat. Artinya daya beli masyarakat untuk makanan ringan keripik singkong sangat menurun di market. Yang semula untuk kunjungan ke toko diperlukan 1-2 minggu untuk 1 Karin isi 20 bks. Sekarang -2 ini diperlukan waktu 4-5 minggu untuk 1karton keripik singkong isi 20 bks. Ini mengakibatkan Oner Stock di gudang tentunya berkaitan dengan pengurangan hari produksi dan jumlah produksi pula, dan pengurangan karyawan yang mencapai 50 %.

g)     Strategi Penjualan :

Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa perusahaan mungkin mempunyai tujuan yang sama,tetapi strategi yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut dapat berbeda. Jadi ini dibuat berdasarkan pada suatu tujuan. Factor Strategi penjualan diharapkan dapat meningkatkan tingkat produktivitas produk. Strategi penetrasi pasar, perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pasar yang ada. Ini merupakan strategi yang paling sulit dari seluruh strategi pemasaran karena perusahaan harus berhadapan dengan para pesaing yang ada secara langsung. Salah satu cara yang paling efektif untuk memasuki pasar yang ada yaitu dengan menawarkan harga lebih rendah secara terus-menerus, atau dapat pula dengan menggunakan program periklanan khusus(mempropagandakan sesuatu yang paling baik dari yang lainnya).

h)     Tekhnologi :
Peran teknologi dalam peningkatan produktivitas UKM sangatlah besar. Penggunaan teknologi konvensional yang banyak digunakan oleh pengusaha UKM memberikan kelemahan diantaranya:
(1) rendahnya produktivitas ,
(2) sulitnya melakukan inovasi produk,
(3) rendahnya mutu produk dan
(4)menurunnya motivasi tenaga kerja.
 Rendahnya teknologi yang dimiliki oleh UKM pada umumnya disebabkan tidak adanya dana untuk memiliki serta lemahnya informasi dan pemahaman pengusaha akan teknologi yang berkembang dan tersedia di pasar.


i)        Investor :
Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka peningkatan permodalan bagi UKM
adalah sebagai berikut :
 (1) Pembentukan Lembaga Investasi Masyarakat (LIM) yang merupakan kelompok-kelompok masyarakat yang menanamkan modal pada sektor UKMK. Keberadaan lembaga ini sebagai upaya menghimpun dana masyarakat sebagai sumber dana bagi pengembangan UKM,
(2) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan lembaga keuangan mikro (LKM) dan koperasi simpan pinjam/usaha simpan pinjam (KSP/USP).,
(3) Perluasan sumber pembiayaan bagi koperasi dan UMKM khususnya skim kredit investasi bagi koperasi dan UKM.
(4) Penyelenggaraan dukungan teknis dan pendanaan yang bersumber dari BUMN/
BUMD yang lebih terkoordinasi, profesional dan institusional.

Faktor disekitar perusahaan  yang tidak bisa dikendalikan :
a)      Konsumen :
Konsumen merupakan factor utama yang tak terkendali, karakteristik perilaku konsumen harus di pahami oleh produsen, agar keinginan dan harapan yang diinginkan konsumen dapat tercapai, seperti memberikan discount kepada konsumen atau delivery to home,

b)     Pesaing :
Pesaing atau competitor merupakan factor tak terkendali berikutnya, banyak pesaing yang menciptakan atau memproduksi barang yang sama atau pesaing menciptakan barang subtitusi ( barang pengganti ) yang dapat menyaingi produk yang kita hasilkan.

Faktor dari luar lingkungan perusahaan yang mempengaruhi keberhasilan yang tidak bisa dikendalikan :
a)      Pemerintah :
Pemerintah adalah factor eksternal yang tidak bisa dikendalikan, pemerintah juga mempengaruhi sebagian besar perekonomian di suatu Negara, contoh mengatur perpajakan usaha kecil menengah.

b)     Pasar Global :
Pasar global AFTA yang sekarang telah masuk  di Indonesia sejak tahun yang lalu membuat Indonesia di pacu dan di uji kemandirian perekonomiannya, persaingan pangsa pasar produk ASIA kini bebas keluar masuk Indonesia. Produk local Indonesia kini bersaing dengan produk import dari ASIA seperti negri CINA.
           
c)      Iklim          :
Kondisi iklim juga factor yang sangat mempengaruhi sector perekonomian di bidang pertanian khususnya. Di Indonesia sekarang mengalami perubahan cuaca yang labil, anatara musim kemarau dan musim hujan sudah tidak seimbang, diperikrakan musim hujan secara terus-menerus akan melanda Indonesia  sampai awal tahun 2011 yang akan datang.
Pertanian singkong juga mendapat imbas yang tidak dapat terhindarkan, virus hama akibat cuaca hujan yang tak menentu menjadi penyebab munculnya hama tersebut seperti timbulnya warna kebiruan dan kecoklatan pada singkong.

Sumber Refrensi :

Rabu, 03 November 2010



Makna Logo SCTV


LOGO BARU
  • Logo baru menampilkan wujud Matahari dalam bentuk bulat utuh, bermakna SCTV kini berusia matang dan dalam wujudnya yang terbaik.
  • Matahari tersebut menyinari teks SCTV yang berwarna biru yang mewakili unsur langit. Mengandung makna SCTV selalu cerah, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus menghibur dalam setiap programnya.
  • Teks SCTV berkesan dinamis-modern menyiratkan kemauan untuk terus berkembang sejalan dengan selera pemirsa dan kemajuan jaman. Teks SCTV yang berkesinambungan bermakna adanya ikatan yang kuat, baik di dalam lingkungan internal SCTV maupun antara SCTV dan Pemirsanya.

SATU UNTUK SEMUA
  • Makna Pertama:
    SCTV sebagai satu-satunya stasiun televisi pilihan untuk semua kalangan dan usia.
  • Makna Kedua:
    SCTV sebagai satu-satunya stasiun televisi yang inovatif menayangkan berbagai jenis program acara yang sangat beragam dan variatif.
  • Makna Lainnya:
    SCTV memiliki cita-cita untuk menjadi nomor satu dalam benak pemirsa.

Tiga Peranan Penting Internet bagi Usaha Kecil Menengah (UKM)

Saat ini banyak sekali usaha kecil menengah (UKM) bermunculan di Indonesia. Hal ini sangat berdampak positif bagi perekonomian global di Indonesia maupun juga dalam rangka meningkatkan daya saing dalam bidang penyediaan produk atau jasa di segala bidang. Contoh UKM disini bisa berbagai macam, mulai dari usaha handycraft, membuka usaha makanan, jasa rent car atau juga usaha di bidang IT seperti menjual space hosting dan juga jasa web design.
Beberapa waktu yang lalu penulis sempat hadir dalam acara talk show di salah satu radio swasta di Surabaya. Saat itu kebetulan topiknya adalah pemberdayaan IT dalam mendukung usaha kecil menengah. Hadir disana Bido A. Budiman dari ifc.org yang biasa memberikan pelatihan-pelatihan kepada UKM di Indonesia mengenai pemanfaatan IT dalam menunjang usahanya. Menurut beliau penggunaan internet sebagai media teknologi informasi dalam menunjang UKM bisa dijabarkan menjadi beberapa poin seperti berikut ini:
1)         Komunikasi
            Internet digunakan sebagai media komunikasi dengan berbagai pihak. Misalnya disini antara UKM dengan supplier. Sebagai contoh UKM di bidang peternakan ayam. Pemiliknya bisa menggunakan e-mail kepada supplier pakan ternaknya misalnya untuk melakukan order atau sebaliknya pihak supplier yang melakukan komunikasi dengan UKM. Komunikasi disini bisa bermacam-macam, salah satu yang sudah dibahas tadi misalnya penggunaan e-mail. Penulis pernah melihat ada perusahaan jasa tenaga kerja di Surabaya yang sudah menggunakan Yahoo! Messenger untuk melakukan negosiasi dengan calon penampung tenaga kerja di hongkong. Jadi para calon TKI tersebut duduk di depan PC yang dilengkapi dengan webcam sehingga calon penamung tenaga kerja di luar negeri bisa melihat langsung kondisi fisik dari calon TKI.

2)            Promosi
            Ini maksudnya internet digunakan sebagai sarana promosi jasa atau produk yang ditawarkan oleh UKM. Sebagai contoh misalnya UKM di bidang rent car (persewaan kendaraan) bisa mempromosikan jasanya melalui website atau juga melalui mailing list. Dari pengalaman penulis bahwa media mailing list merupakan yang paling efektif untuk menawarkan jasa atau produk. Kenapa begitu? Itu dikarenakan bahwa mailing list adalah suatu forum diskusi berbasis e-mail mengenai suatu topik tertentu. Orang-orang atau pihak-pihak yang tergabung dalam suatu mailing list tertentu biasanya mempunyai satu kesamaan tujuan dan juga kesamaan minat tertentu. Sebagai contoh ada mailing list mengenai balita atau mailing list ayah bunda yang isinya mengenai seputar pasangan muda yang baru mempunyai anak. Anda misalnya seorang pengusaha UKM di bidang pakaian bayi, Anda bisa menawarkan produk Anda ke mailing list yang sudah disebutkan tadi. Dengan demikian promosi bisa lebih fokus kepada target audience tertentu dan relevan dengan produk yang Anda tawarkan. Sebagai kesimpulan promosi disini bisa dilakukan melalui berbagai cara yaitu:
  • Website, Anda bisa membuat website bagi jasa atau produk yang Anda jual dan masukkan website tersebut ke dalam search engine. Ukurlah seberapa efektif promosi Anda melalui website. Ini bisa dilihat dengan mengamati statistik pengunjung website Anda atau juga dari feedback yang masuk melalui website Anda.
  • Mailing list, Anda bisa mengirimkan promosi jasa atau produk Anda dalam bentuk e-mail ke mailing list yang relevan dengan yang Anda tawarkan. Caranya mudah sekali. Anda bisa menuju ke www.yahoogroups.com dan cari mailing list yang relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan dan kemudian ikutlah bergabung dengan mailing list tersebut. Sembari berdiskusi dengan anggota mailing list yang lain maka Anda bisa juga menawarkan produk atau jasa Anda.
  • Chat, Anda bisa menggunakan sarana chatting untuk menawarkan produk atau jasa Anda. Chat disini biasanya efektif jika dalam bentuk chat room (bukan private chat). Sebagai contoh Anda bisa membuat chat room di Yahoo! Messenger untuk mengajak orang bergabung dan melihat apa yang Anda tawarkan.

3)      Riset
                 Fungsi lain dari internet yang tidak kalah pentingnya adalah untuk melakukan riset dan perbandingan. UKM harus memanfaatkan internet untuk riset agar bisa mengetahui seberapa jauh keunggulan produknya dibanding produk sejenis lain yang sudah ada. Fungsi riset disini juga bisa digunakan untuk mencari formula baru untuk memperkuat mutu dari produk atau jasa. Riset juga berguna untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan oleh kompetitor dengan produk yang sejenis dengan yang Anda punya. Senjata utama dari melakukan riset adalah dengan cara memanfaatkan search engine dengan baik. Menggunakan search engine tidaklah sesederhana yang Anda bayangkan. Penggunaan keyword yang tepat akan mempercepat usaha riset Anda di internet dan pada akhirnya juga akan bisa bersaing dengan UKM lain yang belum memanfaatkan internet untuk melakukan riset.
Sumber Refrensi  : http://www.sony-ak.com/
                                    :  www.google.com
                                    : www.gunadarma.ac.id

Konsep Pemasaran pada Tahap-tahap perkembangan Ekonomi


Konsep Pemasaran pada Tahap-tahap perkembangan Ekonomi

Sesuai dengan perkembangan ekonomi masyarakat,konsep pemasaran selalu berubah-ubah. Jika ditinjau berdasarkan sejarahnya maka  perekonomian masyarakat dapat dikelompokan menjadi delapan tahap (stages), yaitu :
1.       Tahap swadaya ekonomi  (the stage of economic self sufficiency)

Tahap ini mencerminkan bahwa setiap unit keluarga berusaha memenuhi sendiri semua kebutuhan hidupnya. Pada tahap ini dapat dikatakan “tidak terdapat” pertukaran, sehingga konsep pemasaran juga belum ada.

2.       Tahap kepemilikan bersama yang primitive ( the stage of primitive communism)

Pada tahap ini beberapa unit keluarga secara bersama-sama berusaha memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi bentuk “kekayaan” seperti tanah, ternak, atau rumah merupakan milik bersama. Jadi tidak terdapat milik perorangan, dan mengingat pada tahap ini pertukaran tidak terdapat, maka konsep pemasaran juga belum ada.

3.       Tahap barter yang sederhana ( the stage of simple barter )

Pada tahap ini terdapat kegiatan produksi yang dilakukan oleh masing-masing unit usaha yang tidak saja dilakukan oleh perorangan melainkan juga oleh keluarga. Tiap unit usaha menghasilkan barang tertentu sehingga mencerminkan adanya spesialisasi produksi. Oleh karena masing-masing unit usaha menghasilkan barang tertentu, maka untuk memenuhi kebutuhan barang lainnya masing-masing harus menukar surplus hasil produksi secara barter. Dengan demikian pada tahap ini tumbh proses pertukaran dalam bentuk mencari dan tawar-menawar, sehingga pertukaran (barter) ini merupakan dasar untuk merumuskan konsep pemasaran.

4.       Tahap pasar local (the stage of local markets)

Pertukaran dengan cara barter menemukan kesulitan karena tidak tentunya waktu dan tempat untuk melaksanakan pertukaran. Oleh karena itu dirasakan perlunya tempat (lokasi) dan waktu untuk melakukan pertukaran, yang dalam hubungan ini berbagai  barang dikumpulkan pada tempat tertentu. Dimulai hanya dilakukan pada hari-hari tertentu dan tempat tertentu, tetapi kemudian berkembang dan membentuk “pasar” yang tetap bersifat local. Pada tahap ini telah Nampak spesialisasi dalam penjualan sehingga konsep pemasaran semakin meluas.



5.       Tahap ekonomi uang ( the stage of money economy )
Walaupun pertukaran barter merupakan cara pertukaran yang lebih maju dibanding dengan tahap sebelumnya, pada kenyataannya barter menimbulkan berbagai masalah. Masalah itu timbul  juka barang-barang yang dipertukaran mempunyai nilai yang berbeda dan sulit dibagi-bagi. Oleh kerena itu dirasakan perlu adanya alat tukar untuk mempelancar pertukaran. Pada mulanya digunakan sebagai alat tukar yang bermacam-macam seperti kerang, the, domba, dsb. Dalam perkembangan selanjutnya ditemukan logam sehingga logam inni secara berangsur banyak digunakan sebagai alat tukar,  dan akhirnya dijadikan mata uang.

6.       Tahap kapitalisme muda ( the stage of early capitalism )

Adanya spesialisasi usaha,pasar local dan mata uang, memberikan dorongan kepada unit usaha untuk memproduksi barang lebih banyak yang ditujukan untuk kebutuhan orang lain. Kondisi demikian memberikan kesempatan kepada para produsen untuk memperoleh keuntungan. Golongan produsen yang berhasil mengumpulkan kekayaan lahir sebagai “kapitalis muda”, dan suplus kekayaan mulai ditukar dengan tenaga kerja. Disamping para kapitalis muda ini dapat mengorganisasi tenaga kerja dalam suatu kegiatan proses produksi di berbagai sector ekonomi, juga sudah nampak usaha mencari pasar untuk menjual produksinya. Dari volume produksinya Nampak bahwa jumlah produksi  jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Dengan  demikian pada tahap ini pemasaran dapat dipandang sebagai kegiatan mencari pembeli dan pemindahan barang mulai dari produsen sampai konsumen.

7.       Tahap produksi massa ( the stage of mass production )
Tahap ini lahir disebabkan oleh beberapa hal seperti meningkatnya produk,penemuan teknologi baru yang memperbaiki cara pengangkutan maupun komunikasi, dan spesialisasi ekonomi. Hal tersebut menyebabkan cepatnya pertumbuhan  perusahaan-perusahaan dan penemuan cara peningkatan produktivitas tenaga kerja. Penemuan cara-cara untuk meningkatkan produktivitas, terutama kemampuan mengorganisasikan uang, manusia (man), mesin, material, ditambah dengan  kemampuan manajemen, telah menyebabkan dicapainya usaha memaksimalkan keuntungan melalui penanaman modal. Pada tahap ini pemasaran semakin penting dan banyak digunakan pada berbagai kegiatan usaha.

8.       Tahap masyarakat makmur ( the stage of the affluent society )

Tahap ini merupakan suatu keadaan dimana sebagian besar anggota masyarakat memiliki daya beli yang melebihi jumlah untuk memenuhi kebutuhan pokok. Masyarakat tersebut pada dasarnya  merupakan pasar bagi hasil produksi. Untuk mencapai golongan masyarakat makmur, produsen melakukan kegiatan pemasaran sebagai kegiatan yang lebih banyak menafsirkan keinginan konsumen sehingga produsen berusaha membuat produk yang dapat memuaskan konsumen. Dalam rangka penafsiran keinginan konsumen tersebut, produsen lebih banyak mempelajari berbagai segmen pasar melalui riset pemasaran. Jadi keputusan untuk membuat suatu produk lebih ditekankan pada riset pemasaran.

Refrensi : Buku Intisari Manajemen Pemasaran
                  : www.google.com 

Senin, 26 April 2010


Sydney, Pusat Keuangan Syariah di Australia

27 March 2010
Industri keuangan syariah tumbuh signifikan di hampir seluruh belahan dunia. Australia adalah negara yang akan menyusul untuk mengadopsi sistem keuangan syariah sebagai alternatif investasi di negara tersebut. Rencana ini didukung oleh Kevin Rudd, Perdana Menteri Australia yang bahkan sesumbar akan memperluas industri keuangan syariah hingga ke Sydney.
Motif utama Australia memberi ruang untuk industri keuangan syariah tentu saja untuk menjaring investor muslim, utamanya dari Timur Tengah. Menurut Menteri Keuangan Australia, Chris Bowen, Australia dapat mengambil peran sebagai salah satu pusat keuangan syariah dan dapat menarik dana dari para investor muslim. “Banyak produk yang dapat disesuaikan untuk desain investasi syariah,” kata Bowen ketika menanggapi soal keunikan investasi keuangan syariah yang tidak memperbolehkan merambah bisnis alkohol, perjudian, dan senjata yang marak di Australia.
Di sisi lain, Simon Crean, Menteri Perdagangan Australia, mendorong institusi keuangan Australia agar lebih atraktif dalam menarik para investor, terutama dengan mengeluarkan produk yang inovatif sesuai syariah. Bulan lalu, Simon berujar, pemerintah Australia ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para pelaku bisnis muslim. “Lebih dari 300 ribu muslim di Australia yang merupakan peluang besar untuk mengembangkan industri keuangan syariah di sini,” ujarnya.
Ada empat lembaga keuangan syariah di Australia, dua di antaranya adalah National Finance House dan Muslim Community Cooperative of Australia. Selain lembaga keuangan syariah, Australia juga mendukung industri keuangan syariah dengan membuka jurusan ekonomi syariah di beberapa perguruan tinggi, seperti di La Trobe University dan Melbourne University. (ind/sbs/bbgai sumber)

Refrensi : www.detik.com
              




Ekonomi syariah

 

April 9, 2010 | Author: | Filed under:
Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai IslamEkonomi syariah atau sistim ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah
Perbedaan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional
Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional, yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen provitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrumen provitnya, yaitu sistem bagi hasil. Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.
[sunting] Ciri khas ekonomi syariah
Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:
1. Kesatuan (unity)
2. Keseimbangan (equilibrium)
3. Kebebasan (free will)
4. Tanggungjawab (responsibility)
Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti “kelebihan”. Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_syariah


Produk perbankan syariah

Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain:

 Jasa untuk peminjam dana

  • Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan. [3]
  • Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan[4]
  • Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah, 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. [5]
  • Takaful (asuransi islam)

Jasa untuk penyimpan dana

  • Wadi'ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah. [6]
  • Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

Tantangan Pengelolaan Dana

Laju pertumbuhan perbankan syariah di tingkat global tak diragukan lagi. Aset lembaga keuangan syariah di dunia diperkirakan mencapai 250 miliar dollar AS, tumbuh rata-rata lebih dari 15 persen per tahun. Di Indonesia, volume usaha perbankan syariah selama lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 60 persen per tahun. Tahun 2005, perbankan syariah Indonesia membukukan laba Rp 238,6 miliar, meningkat 47 persen dari tahun sebelumnya. Meski begitu, Indonesia yang memiliki potensi pasar sangat luas untuk perbankan syariah, masih tertinggal jauh di belakang Malaysia.
Tahun lalu, perbankan syariah Malaysia mencetak profit lebih dari satu miliar ringgit (272 juta dollar AS). Akhir Maret 2006, aset perbankan syariah di negeri jiran ini hampir mencapai 12 persen dari total aset perbankan nasional. Sedangkan di Indonesia, aset perbankan syariah periode Maret 2006 baru tercatat 1,40 persen dari total aset perbankan. Bank Indonesia memprediksi, akselerasi pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia baru akan dimulai tahun ini.
Implementasi kebijakan office channeling, dukungan akseleratif pemerintah berupa pengelolaan rekening haji yang akan dipercayakan pada perbankan syariah, serta hadirnya investor-investor baru akan mendorong pertumbuhan bisnis syariah. Konsultan perbankan syariah, Adiwarman Azwar Karim, berpendapat, perkembangan perbankan syariah antara lain akan ditandai penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk yang dipersiapkan pemerintah.
Sejumlah bank asing di Indonesia, seperti Citibank dan HSBC, bahkan bersiap menyambut penerbitan sukuk dengan membuka unit usaha syariah. Sementara itu sejumlah investor dari negara Teluk juga tengah bersiap membeli bank-bank di Indonesia untuk dikonversi menjadi bank syariah. Kriteria bank yang dipilih umumnya beraset relatif kecil, antara Rp 500 miliar dan Rp 2 triliun. Setelah dikonversi, bank-bank tersebut diupayakan melakukan sindikasi pembiayaan proyek besar, melibatkan lembaga keuangan global.

 Penghimpunan dana

Selain investor asing, penghimpunan dana perbankan syariah dari dalam negeri akan didongkrak penerapan office-channeling yang didasari Peraturan BI Nomor 8/3/PBI/2006. Aturan ini memungkinkan cabang bank umum yang mempunyai unit usaha syariah melayani produk dan layanan syariah, khususnya pembukaan rekening, setor, dan tarik tunai.
Sampai saat ini, office channeling baru digunakan BNI Syariah dan Permata Bank Syariah. Sejumlah 212 kantor cabang Bank Permata di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya sudah dapat melayani produk dan layanan syariah sejak awal Maret lalu. Sementara tahap awal office channeling BNI Syariah dimulai 21 April 2006 pada 29 kantor cabang utama BNI di wilayah Jabotabek. Ditargetkan 151 kantor cabang utama BNI di seluruh Indonesia akan menyusul.
General Manager BNI Syariah Suhardi beberapa pekan lalu menjelaskan, untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan syariah, diluncurkan pula BNI Syariah Card. Kartu ini memungkinkan nasabah syariah menggunakan seluruh delivery channel yang dipunyai BNI, seluruh ATM BNI, ATM Link, ATM Bersama, dan jaringan ATM Cirrus International di seluruh dunia.
Hasil penelitian dan permodelan potensi serta preferensi masyarakat terhadap bank syariah yang dilakukan BI tahun lalu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perbankan syariah. Namun, sebagian besar responden mengeluhkan kualitas pelayanan, termasuk keterjangkauan jaringan yang rendah. Kelemahan inilah yang coba diatasi dengan office channeling.
Dana terhimpun juga akan meningkat terkait rencana pemerintah menyimpan biaya ibadah haji pada perbankan syariah. Dengan kuota 200.000 calon jemaah haji, jika masing-masing calon jemaah haji menyimpan Rp 20 juta, akan terhimpun dana Rp 4 triliun yang hanya dititipkan ke bank syariah selama sekitar empat bulan. Dana haji yang terhimpun dalam jumlah besar dalam waktu relatif pendek akan mendorong munculnya instrumen investasi syariah. Dana terhimpun itu bahkan cukup menarik bagi pebisnis keuangan global untuk meluncurkan produk investasi syariah.
Di sisi lain, suku bunga perbankan konvensional diperkirakan akan turun. Menurut Adiwarman, bagi hasil perbankan syariah yang saat ini berkisar 8-10 persen, membuat perbankan syariah cukup kompetitif terhadap bank konvensional. "Dengan selisih sekitar dua persen (dari tingkat bunga bank konvensional), orang masih tahan di bank syariah, tetapi lebih dari itu, iman bisa juga tergoda untuk pindah ke bank konvensional," kata Adiwarman menjelaskan pola perilaku nasabah yang tidak terlalu loyal syariah.
Berdasarkan analisis BI, tren meningkatnya suku bunga pada triwulan ketiga tahun 2005 juga sempat membuat perbankan syariah menghadapi risiko pengalihan dana (dari bank syariah ke bank konvensional). Diperkirakan lebih dari Rp 1 triliun dana nasabah dialihkan pada triwulan ketiga tahun lalu. Namun, kepercayaan deposan pada perbankan syariah terbukti dapat dipulihkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang mencapai Rp 2,2 triliun pada akhir tahun. Kenaikan akumulasi dana pihak ketiga perbankan syariah merupakan peluang, sekaligus tantangan, karena tanpa pengelolaan yang tepat justru masalah akan datang.
Perbankan syariah sempat dituding "kurang gaul" dalam lingkungan pembiayaan karena sejumlah nasabah yang dianggap bermasalah pada bank konvensional justru memperoleh pembiayaan dari bank syariah. Akan tetapi, Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia Wahyu Dwi Agung meyakini, dengan sistem informasi biro kredit BI yang memuat data seluruh debitor, tudingan seperti itu tidak akan terjadi lagi.
Posisi rasio pembiayaan yang bermasalah (non-performing financings) pada perbankan syariah tercatat naik dari 2,82 persen pada Desember 2005 menjadi 4,27 persen Maret lalu. Rasio ini dinilai masih terkendali.
Kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan perbankan syariah dan ketersediaan produk investasi syariah tidak akan optimal tanpa promosi dan edukasi yang memadai tentang lembaga keuangan syariah. Amat dibutuhkan pula jaminan produk yang ditawarkan patuh terhadap prinsip syariah.
Peluang dan potensi perbankan syariah yang besar memang menuntut kerja keras untuk kemaslahatan.

Refrensi :
www.google.com
http://studentsite.gunadarma.ac.id/home/index.php?stateid=tugas