Loading...

Rabu, 03 November 2010

Konsep Pemasaran pada Tahap-tahap perkembangan Ekonomi


Konsep Pemasaran pada Tahap-tahap perkembangan Ekonomi

Sesuai dengan perkembangan ekonomi masyarakat,konsep pemasaran selalu berubah-ubah. Jika ditinjau berdasarkan sejarahnya maka  perekonomian masyarakat dapat dikelompokan menjadi delapan tahap (stages), yaitu :
1.       Tahap swadaya ekonomi  (the stage of economic self sufficiency)

Tahap ini mencerminkan bahwa setiap unit keluarga berusaha memenuhi sendiri semua kebutuhan hidupnya. Pada tahap ini dapat dikatakan “tidak terdapat” pertukaran, sehingga konsep pemasaran juga belum ada.

2.       Tahap kepemilikan bersama yang primitive ( the stage of primitive communism)

Pada tahap ini beberapa unit keluarga secara bersama-sama berusaha memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi bentuk “kekayaan” seperti tanah, ternak, atau rumah merupakan milik bersama. Jadi tidak terdapat milik perorangan, dan mengingat pada tahap ini pertukaran tidak terdapat, maka konsep pemasaran juga belum ada.

3.       Tahap barter yang sederhana ( the stage of simple barter )

Pada tahap ini terdapat kegiatan produksi yang dilakukan oleh masing-masing unit usaha yang tidak saja dilakukan oleh perorangan melainkan juga oleh keluarga. Tiap unit usaha menghasilkan barang tertentu sehingga mencerminkan adanya spesialisasi produksi. Oleh karena masing-masing unit usaha menghasilkan barang tertentu, maka untuk memenuhi kebutuhan barang lainnya masing-masing harus menukar surplus hasil produksi secara barter. Dengan demikian pada tahap ini tumbh proses pertukaran dalam bentuk mencari dan tawar-menawar, sehingga pertukaran (barter) ini merupakan dasar untuk merumuskan konsep pemasaran.

4.       Tahap pasar local (the stage of local markets)

Pertukaran dengan cara barter menemukan kesulitan karena tidak tentunya waktu dan tempat untuk melaksanakan pertukaran. Oleh karena itu dirasakan perlunya tempat (lokasi) dan waktu untuk melakukan pertukaran, yang dalam hubungan ini berbagai  barang dikumpulkan pada tempat tertentu. Dimulai hanya dilakukan pada hari-hari tertentu dan tempat tertentu, tetapi kemudian berkembang dan membentuk “pasar” yang tetap bersifat local. Pada tahap ini telah Nampak spesialisasi dalam penjualan sehingga konsep pemasaran semakin meluas.



5.       Tahap ekonomi uang ( the stage of money economy )
Walaupun pertukaran barter merupakan cara pertukaran yang lebih maju dibanding dengan tahap sebelumnya, pada kenyataannya barter menimbulkan berbagai masalah. Masalah itu timbul  juka barang-barang yang dipertukaran mempunyai nilai yang berbeda dan sulit dibagi-bagi. Oleh kerena itu dirasakan perlu adanya alat tukar untuk mempelancar pertukaran. Pada mulanya digunakan sebagai alat tukar yang bermacam-macam seperti kerang, the, domba, dsb. Dalam perkembangan selanjutnya ditemukan logam sehingga logam inni secara berangsur banyak digunakan sebagai alat tukar,  dan akhirnya dijadikan mata uang.

6.       Tahap kapitalisme muda ( the stage of early capitalism )

Adanya spesialisasi usaha,pasar local dan mata uang, memberikan dorongan kepada unit usaha untuk memproduksi barang lebih banyak yang ditujukan untuk kebutuhan orang lain. Kondisi demikian memberikan kesempatan kepada para produsen untuk memperoleh keuntungan. Golongan produsen yang berhasil mengumpulkan kekayaan lahir sebagai “kapitalis muda”, dan suplus kekayaan mulai ditukar dengan tenaga kerja. Disamping para kapitalis muda ini dapat mengorganisasi tenaga kerja dalam suatu kegiatan proses produksi di berbagai sector ekonomi, juga sudah nampak usaha mencari pasar untuk menjual produksinya. Dari volume produksinya Nampak bahwa jumlah produksi  jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Dengan  demikian pada tahap ini pemasaran dapat dipandang sebagai kegiatan mencari pembeli dan pemindahan barang mulai dari produsen sampai konsumen.

7.       Tahap produksi massa ( the stage of mass production )
Tahap ini lahir disebabkan oleh beberapa hal seperti meningkatnya produk,penemuan teknologi baru yang memperbaiki cara pengangkutan maupun komunikasi, dan spesialisasi ekonomi. Hal tersebut menyebabkan cepatnya pertumbuhan  perusahaan-perusahaan dan penemuan cara peningkatan produktivitas tenaga kerja. Penemuan cara-cara untuk meningkatkan produktivitas, terutama kemampuan mengorganisasikan uang, manusia (man), mesin, material, ditambah dengan  kemampuan manajemen, telah menyebabkan dicapainya usaha memaksimalkan keuntungan melalui penanaman modal. Pada tahap ini pemasaran semakin penting dan banyak digunakan pada berbagai kegiatan usaha.

8.       Tahap masyarakat makmur ( the stage of the affluent society )

Tahap ini merupakan suatu keadaan dimana sebagian besar anggota masyarakat memiliki daya beli yang melebihi jumlah untuk memenuhi kebutuhan pokok. Masyarakat tersebut pada dasarnya  merupakan pasar bagi hasil produksi. Untuk mencapai golongan masyarakat makmur, produsen melakukan kegiatan pemasaran sebagai kegiatan yang lebih banyak menafsirkan keinginan konsumen sehingga produsen berusaha membuat produk yang dapat memuaskan konsumen. Dalam rangka penafsiran keinginan konsumen tersebut, produsen lebih banyak mempelajari berbagai segmen pasar melalui riset pemasaran. Jadi keputusan untuk membuat suatu produk lebih ditekankan pada riset pemasaran.

Refrensi : Buku Intisari Manajemen Pemasaran
                  : www.google.com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar